Home
Catatan Arung Jeram Cimanuk: Air Beriak Tanda Tak Dalam, Air Beriak Tanda Jeram
08-04-2009 | Ahmad Cipta
Tulisan berikut ini ditulis oleh salah satu peserta arung jeram. Acip namanya, laki-laki yang terobsesi dengan Mahanagari. Makanya begitu ada kesempatan untuk ikutan acara Mahanagari, dia gak mau ngelewatinnya. Acip mengirimkan tulisan ini dengan alasan inilah salah satu cara dia bisa menjadi bagian dari Mahanagari. heheheh Acip...acip... ini dia, Acip dan tulisannya. ****************** 3 April - Jumat malam Hari sabtu saya akan arung jeram di Cimanuk, Garut, bersama Mahanagari. Saya menyiapkan beberapa keperluan untuk arung jeram, baju dan celana ganti karena pasti akan basah usai arung jeram, karena jika tidak basah artinya saya maen catur bukan arung jeram. Alat mandi, sikat dan pasta gigi, sabun, shampo, sabun muka, serta handuk. Sandal ganti, serta makanan kecil, coklat , biskuit puter jilat celup dan sebotol susu. Sempat berpikir membawa kamera digital, tapi tidak akan berguna, gimana cara orang lagi mendayung perahu sembari popotoan? Sempat juga terpikir membawa sepeda, ah.. tidak mungkin juga. Kita mau main air di sungai, aneh kalo bawa sepeda. Sudahlah, Garut... aku datang!! Garut, kota yang identik dengan dodol ini ternyata menyimpan sebuah sungai untuk di arungi. Asal muasal kata Garut sendiri adalah Kakarut yang berarti tergores.Konon seorang pribumi tergores semak berduri ketika sedang mencari mata air di tepi Cimanuk (sumber : kompas sabtu 4 april 09). Apakah saya juga akan tergores karena akan mengarungi Cimanuk atau saya malah kelelep oleh deras air Cimanuk? Hanya tuhan yang tahu apa yang akan terjadi. Jika Bandung adalah Parijs van Java, maka Garut dianalogikan sebagai Swiss van Java karena pesona jajaran pegunungannya yang indah. Seindah di Swiss. Padahal masih lebih indah di Garut. Harusnya Swiss yang dijuluki Garut van Asia. Ok Swiss, bersiaplah menerima 30an warga Paris bermain ke kota-mu! 4 April - Sabtu pagi Sekitar jam 5 pagi, Ulu yang punya gawean arung jeram ini miskol saya ke hp. Saya minta dibangunin, khawatir tela...
+Baca terus ...
+Baca terus ...
Asal Usul Jalan Wastukancana Bandung
06-08-2010 | Nurul Wachdiyyah
Jl. Wastukancana sering disingkat menjadi Wastu. Nama ini diambil dari nama seorang raja Pajajaran bernama Niskala Wastukancana. Pada saat perang Bubat, Wastukancana masih berumur 9 tahun. Ayah dan kakak Wastukancana, Prabu Linggabuana dan Dyah Pitaloka, gugur di medan Bubat. Wastukancana naik tahta saat umurnya 23 tahun. Beliau memegang singgasana Pajajaran selama 103 tahun 6 bulan dan 15 hari. Dahulu nama jalan Wastukancana ini adalah Engelbert Van Bevervoordeweg. Wuih, rada ribet ya untuk lidah kita :D Kapten Engelbert van Bevervoorde adalah pelopor dunia penebangan militer Belanda. Beliau meninggal dunia pada tahun 1918 setelah pesawat Glenn Martin yang dikemudikannya jatuh di Bandara Sukamiskin. Untuk mengenang jasanya, pemerintah Belanda membuat patung dirinya pada tahun 1920. Patung tersebut diletakkan di sebuah tikungan jalan yang sekarang adalah Jalan Wastu Kencana. Setelah Indonesia merdeka, patung tersebut dipindahkan ke Museum Bronbeek di Arnhem, Belanda. ...
+Baca terus ...
+Baca terus ...
Sop Buah Nomor Satu di Bandung
26-08-2009 | Susi Dwiyanti
Istilah makanan segar ini dimulai dari kota Bandung. Dipopulerkan oleh seorang bapak-bapak yang nongkrong sehari-hari dengan barang dagangannya di Gedung Sate. Sop buah Pak Ewok adalah sop buah racikan pak Ewok. Pak Ewok menjual sop buah di belakang Gedung Sate. Sekitar akhir tahun 90an beliau sudah menempati kantin bawah tanah Gedung sate. Jika hari mulai sore atau pada hari libur, gerobaknya keluar dari kantin tersebut dan dibawa ke halaman belakang gedung sate yang pada masa itu selalu penuh oleh anak-anak muda yang latihan skateboard dan sepeda BMX. Ketika pembeli tambah banyak, Gubernur yang baru merasa terganggu. Akhirnya mereka pindah ke pinggir jalan Cimandiri di belakang Gedung Sate (dengan tetap berjualan juga tiap hari kerja di kantin Gedung Sate) hingga sekarang. Istilah sop buah dimulai dari sejarah Pak Ewok yang berjualan es campur. Suatu hari dibuatlah satu variasi es campur yang isinya buah melulu. Untuk membedakannya dengan es campur, maka dipakailah istilah sop buah. Kenapa gak pakai istilah es buah? Karena es buah biasanya identik dengan es koktail buah yang isinya pepaya, bengkuang dan nanas (kadang ditambah kolang-kaling). Sop buah ini memang betulan seperti sop, karena isinya memang aneka buah yang berenang di dalam kuah gula dan susu seperti sop. Sebetulnya apa sih istimewanya sop buah pak Ewok ini? Semangkoknya dihargai Rp 8.000 dan terdiri dari lebih dari 10 macam buah. Kejutan aneka rasa buah pada setiap suapannya. Ada durian, nangka, pear, sawo, strawberry, melon, mangga, kelapa, anggur, jambu biji, dan apel. Pas lagi asyik mengunyah, ternyata ada lengkeng juga, masih lengkap dengan bijinya. Di suapan terakhir pun masih ada kejutan: sirsak. Bahkan ada potongan Leci juga. Pokoknya di setiap suap ada kejutan asam manis yang menanti. Hanya sayang, sejak pembelinya membludak, Pak Ewok tidak lagi menjual es campur yang isinya cingcau, biji delima, kelapa muda, kolang kaling dan alpukat. Padahal racikan es campurnya juga enak lhooo. Kete...
+Baca terus ...
+Baca terus ...
Bandung Heritage
19-04-2010 | Nurul Wachdiyyah
Mungkin kalau tidak ada Bandung Heritage, bangunan-bangunan tua di Kota Bandung sudah habis dihancurkan sepanjang tahun 1970 sampai ke tahun 2000. Untungnya beberapa orang yang peduli pada gedung-gedung tua ini berkumpul lalu membentuk organisasi Bandung Heritage. Kebanyakan kegiatan yang mereka lakukan adalah pendekatan ke pihak pemerintah serta ikut membentuk peraturan seputar perlindungan terhadap gegung-gedung bersejarah.
Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung ini didirikan pada tahun 1987 oleh sekelompok orang yang bertekad melestarikan gedung-gedung di Bandung, Lingkungan serta Budayanya. Kebanyakan mahasiswa yang tugas-tugasnya berhubungan dengan arsitektur atau tata wilayah kota Bandung menghubungi Bandung Heritage untuk konsultasi atau sekedar pinjam buku. Di sini telah bergabung lebih dari 500 anggota yang berasal dari berbagai latar belakang dan profesi sebagai partisipan dan simpatisan Paguyuban dan sebagian besar dananya diperoleh dari sumbangan sukarela.Yuk ikutan gabung dengan komunitas Bandung Heritage! Selain bisa menambah teman baru, kita juga bisa ikutan acara-acara yang diselenggarakan oleh Bandung Heritage, misalnya seminar atau program diskusi, bahkan ikut menyusun peraturan tentang konservasi gedung bersejarah. Bahkan kita juga bisa mendapat info tentang kegiatan menarik lainnya di Bandung yang berhubungan dengan sejarah, budaya, pendidikan dan seni.
Untuk tahu lebih banyak tentang Bandung Heritage, silakan masuk ke: www.bandungheritage.org ...
+Baca terus ...
+Baca terus ...
Keliling Museum di Bandung (IV): Museum Seskoad & Museum Barli
16-10-2009 | Bang Aswi
Museum Virajati Seskoad Museum Virajati Seskoad diresmikan pembukaannya pada tanggal 25 Mei 1991 oleh Panglima ABRI, Jenderal Tri Soetrisno. Museum ini dibangun dengan maksud untuk mengabadikan dan mengembangkan peranan serta hasil-hasil perjuangan Seskoad, juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan rekreasi serta diharapkan dapat memotivasi generasi mendatang. Museum Virajati Seskoad berada di bawah Sekolah komando Angkatan Darat, TNI Angkatan Darat. Koleksi Museum Virajati Seskoad terdiri dari jenis historika, keramologika, dan senirupa. Koleksi yang dimiliki oleh museum ini semuanya berjumlah 400 koleksi. Program museum yang dijalankan adalah pameran tetap, pameran keliling, pemanduan pengunjung, dan penyebarluasan informasi. Sedangkan fasilitas yang ada adalah ruang pameran tetap, toilet, ruang penyimpanan, dan ruang penerimaan tamu. Museum Virajati Seskoad Komp. Pendidikan Seskoad, Jl. Gatot Subroto No. 96 Bandung Waktu Buka:
Senin - Kamis, Pukul 08.00 - 15.00 WIBJum'at, Pukul 08.00 - 11.00 WIB
Hari Sabtu, Minggu, dan Libur Nasional TUTUP
Harga Tiket Masuk: Gratis Museum Barli Museum Barli didirikan pada tahun 1990 dan diresmikan pada bulan Oktober 1992 oleh Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi, Bapak Soesilo Soedarman. Nama Barli diambil dari nama seorang pelukis Indonesia, yaitu Barli yang telah meninggal pada tahun 2006. Museum Barli merupakan museum milik perorangan. Koleksi Museum Barli terdiri dari lukisan berbagai pelukis, termasuk Barli sendiri. Selain itu, pada museum tersebut juga terdapat koleksi berupa patung-patung dari berbagai pematung. Program museum ini adalah pameran tetap, pameran keliling, sekolah melukis, dan penyebarluasan informasi melalui berbagai acara dan media. Fasilitas yang disediakan adalah ruang pameran tetap, toilet, ruang penyimpanan, dan ruang belajar melukis. Museum Barli
Jl. Ir. Sutami No. 91 Bandung, 40152 Telp. (022) 2011898, Faks. (022) 2011898 Waktu Buka: Sabtu - Kamis, Pukul 09.00 - 17....
+Baca terus ...
+Baca terus ...


