Last Updated on Monday, 08 February 2010 22:55 Written by Ben Sudarmadji Wednesday, 21 January 2009 17:32
Halo! Selamat datang bin wilujeng sumping.
Selamat datang di Website resmi Mahanagari. Sengaja kami buat website ini sesuai "budaya kampanye" yang kami biasa lakukan di Blog Mahanagari (http://mahanagari.multiply.com) -karena tujuan Mahanagari membuat website ini memang tetap untuk "Kampanye Budaya Bandung".
Karena itu Mahanagari akan terus meng-update informasi mengenai Kota Bandung tercinta - mulai dari tempat-tempat yang seru untuk dijelajahi, makanan yang harus dicoba, sejarah yang harus diketahui, dan cerita-cerita menarik lain.
Kalau teman-teman hendak membeli t-shirt Mahanagari, silahkan memanfaatkan fasilitas online store Mahanagari dengan meng-klik gambar tshirt di samping (panel kiri).
Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah:
(1) Pilih desain mana yang disukai, tentukan ukuran, warna dan jumlah tshirt yang akan dipesan, lalu tekan Add to Cart.
(2) Anda akan dibawa ke halaman shopping cart , lalu klik continue shopping untuk yang mau memesan produk lagi, atau klik check out untuk yang telah selesai belanja dan hendak melanjutkan ke halaman pembayaran.
(3) Bagi yang sudah register tinggal masukan username dan password -dan bagi yang belum register maka akan diminta membuat account baru dengan memasukkan nama, alamat, kode pos, email dan telepon (sebaiknya nomor handphone). Alamat yang anda masukan otomatis kami anggap sebagai alamat pengiriman barang yang akan kami kirimkan melalui kurir kami.
(4) Pada halaman pembayaran anda akan diberitahukan rekening Mahanagari di Bank Mandiri dan Bank BCA. Saat ini kami sedang mengusahakan juga agar anda dapat melakukan pembayaran menggunakan Kartu Kredit. Lalu tekan confirm order setelah anda menyetujui terms and services.
(5) Dengan menekan tombol confirm order maka pesanan anda akan segera kami proses, namun Mahanagari baru akan mengirimkan produk yang anda pesan setelah anda melunasi pembayaran dan mengkonfirmasikan kepada Mahanagari melalui This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau sms ke 022 70712213.
Jika masih ada pertanyaan jangan ragu untuk bertanya langsung ke email atau nomor di atas.
Hatur nuhun & enjoy the site!
-www.mahanagari.com-
Last Updated on Monday, 08 February 2010 22:48 Written by Nurul Wachdiyah a.k.a. Ulu Tuesday, 02 February 2010 09:26
Kali ini kita berkunjung ke kota sebelah yuk, masih berada di tatar priangan kok. Kita beranjak ke arah barat kota Bandung yaitu menuju kota Cianjur. Buat yang suka petualangan dan menyukai jalan-jalan ala kere hore (maksudanya jalan-jalan murah-meriah :D) bisa ikutan cara saya. Tidak sulit untuk mencapai kota Cianjur, karena kota ini menjadi penghubung antara Bandung dan Bogor sehingga banyak dilewati angkutan-angkutan umum dari Bandung menuju Bogor atau sebaliknya. Waktu tempuhnya pun relatif singkat. Dengan kendaraan roda empat bisa dicapai dalam waktu 1,5 jam saja. Akan tetapi untuk anda yang ingin melakukan perjalanan beda daripada biasanya, bisa menggunakan kereta api lokal cianjuran atau kalau kata anak-anak pecinta kereta (railfans) sih namanya Argo Peuyeum. Perjalanan dengan kereta ini memang sedikit lebih lama karena kereta ini berhenti di beberapa stasiun kecil diantara Bandung-Cianjur. Perjalanan dimulai dari stasiun Ciroyom dan berhenti di stasiun Cianjur. Stasiun Ciroyom letaknya dekat dekat Pasar Ciroyom. Letaknya ada di sebelah barat Bandung, sekitaran Jatayu (tempat jualannya barang-barang ala militer punya). Balik ke kereta ini, kenapa Argo Peuyeum? Jangan bayangkan kereta ini sekelas Argo Gede atau Argo-Argo yang lainnya, nama kereta ini diambil dari sejarahnya. Kereta ini biasa dijadikan alat transportasi oleh para pedagang peuyeum (tape) yang hendak menjual barang dagangannya dari daerah Cipeuyeum di Cianjur sana ke Pasar Ciroyom, Bandung. Akan tetapi sekarang kereta ini bukan hanya milik pedagang peuyeum saja, sekarang pedagang sayuran atau buah-buahan pun ikut memanfaatkan jasa kereta ini.
Faktor harga memang jadi alasan utama pengguna kereta ini, bayangkan untuk jarak Bandung-Cianjur hanya dilabeli harga Rp 1500 saja, jauh lebih murah dibandingkan dengan harga angkutan lainnya. Selain faktor harga, kereta ini juga menjadi satu-satunya moda transportasi masyarakat pedalaman Rajamandala (Padalarang), Cipatat (Padalarang), dan Tagog Apu yang akses jalannya masih sangat minim.
Kereta ini cukup unik, karena selain berhenti di stasiun-stasiun yang ada, kereta ini juga dapat berhenti dimanapun penumpang minta. Pernah suatu kali ketika saya menggunakan kereta ini tiba-tiba kereta berhenti dan “bluugg” terdengar suara benda jatuh setelah saya lihat ternyata karung berisi belanjaan yang kemudian disusul oleh beberapa penumpang yang berbondong-bondong turun. Selain dapat menurunkan penumpang dimana saja kereta ini juga dapat menaikkan penumpang dimanapun. Sungguh hanya satu-satunya fenomena unik perkeretaapian di Indonesia.
Perjalanan Ciroyom sampai dengan Cianjur memakan waktu sekitar 2,5 jam. Perjalanan kereta ini melewati beberapa stasiun diantaranya Tagong Apu, Rajamandala, Cipatat, Ciranjang, dan Cipeuyeum. Selama 2,5 jam perjalanan anda tidak akan pernah bosan, karena selama perjalanan anda akan disuguhi pemandangan tatar sunda yang mengagumkan. Hamparan hijaunya sawah, ladang-ladang yang hijau, perkebunan-perkebunan yang berjejer serta liukan sungan Cisokan dan Citarum yang eksotis akan menjadi teman anda dalam perjalanan. Ada sensasi tersendiri ketika kereta melintas diatas sungai Cisokan dan Sungai Citarum. Selain itu juga gunung-gunung kecil hasil letusan gunung sunda berjejer menambah indah pesona bumi priangan. Memasuki kota Cianjur, dari kejauhan Gunung Gede-Pangrango akan seolah menyambut kedatangan kita.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan moda transportasi murah meriah ini. Kereta ini hanya membawa dua rangkaian penumpang saja, jadi bisa dibayangkan begaimana penuh sesaknya kereta ini. Sehingga perlu waspada karena situasi seperti ini banyak dimanfaatkan oleh cunguk-cunguk alias copet. Jadi pastikan barang berharga anda disimpan di tempat yang paling aman dan hindari penggunaan barang berharga yang berlebihan. Satu lagi, karena moda ini selalu penuh sesak, pintar-pintar lah mencari spot yang cukup enak untuk menikmati pemandangan selama perjalanan misalnya duduklah dekat jendela atau klo (sial) harus berdiri, berdiri lah di dekat pintu karena menurut saya disinilah spot yang paling enak untuk menikmati pemandangan antara Bandung-Cianjur.
ditulis oleh Adhadi Praja
Foto ngambil di blognya Arief Destika (http://ariefdestika.multiply.com)
Last Updated on Monday, 08 February 2010 22:54 Written by Nurul Wachdiyah a.k.a. Ulu Tuesday, 02 February 2010 09:47
Pernah mampir ke Bandung? Atau pernah tinggal di Bandung? Pasti kenal dengan yang namanya angkot alias angkutan kota. Sesuai dengan namanya, angkot adalah alat transportasi perkotaan yang memiliki rute tetap tanpa memiliki jadwal keberangkatan atau pemberhentian yang pasti. Umumnya setiap angkot hanya memiliki satu rute yang terkoneksi dengan jaringan transportasi di suatu kota, yang dijelaskan melalui label besar di bagian depan dan belakang angkot, yaitu mengenai asal-tujuan serta nomor trayek, tanpa ada penjelasan mengenai rute yang dilewati. Dalam sistem transportasi perkotaan, angkot dapat dikelompokkan sebagai angkutan paratransit, yakni angkutan umum yang merupakan penerus (feeder) dari sistem angkutan yang berada pada hierarki di atasnya dan memiliki kompabilitas yang tinggi dalam melayani sudut-sudut perkotaan.Bicara tentang angkot, tak melulu soal kemudahan akses dan transportasi. Lebih dari itu, angkot justru lebih dikenal dan diingat orang karena ketidaknyamanannya. Bahkan sudah menjadi rahasia umum kalau angkot identik dengan kesemrawutan lalu lintas, supir yang ugal-ugalan, udara panas tanpa AC, dan tempat duduk yang berdesakan. Ya, image angkot terlanjur melekat seperti itu. Sebagai angkutan umum yang murah meriah, jangan harap ada pelayanan yang prima ketika menaiki angkot. Pendek kata, bisa sampai di tempat tujuan tepat waktu dalam kondisi selamat sudah lebih dari cukup. Namun pertanyaannya, seberapa parahkah manajemen pelayanan angkot di Bandung?
Di samping itu, dalam pengelolaan angkot juga terdapat sistem setoran, yang mengharuskan supir angkot menyewa angkot kepada pemilik perorangan dengan membayar uang setoran dengan kisaran Rp 100.000- Rp 150.000 per hari. Dengan demikian, perhitungan keuntungan angkot adalah jumlah uang yang didapat supir pada hari itu dikurangi biaya sewa angkot (setoran). Hal inilah yang menyebabkan supir angkot memiliki kebiasaan ngetem, karena mereka tertekan untuk mencapai target pendapatan lebih besar dari ongkos sewa angkot. Bahkan tidak jarang terkadang mereka harus nombok untuk memenuhi kewajiban sewa sedangkan pendapatan yang diperoleh hari itu hanya sedikit. Tak heran jika kondisi ini membuat angkot tidak dapat memberi pelayanan publik sebagaimana mestinya. Ini dapat kita lihat dari kebiasaan buruk angkot yang suka ngetem demi memaksimalkan jumlah penumpang, sehingga sering menyebabkan kemacetan lalu lintas dan pemborosan BBM, serta diperparah lagi dengan etika berkendaraan yang buruk dari para supir angkot.
Meskipun demikian, rasanya angkot masih tetap jadi primadona angkutan umum di Bandung. Coba saja lihat, jika ada satu trayek angkot sedang mogok, ratusan penumpang terlantar di jalanan rela menunggu kalau-kalau ada satu dua angkot yang nekat beroperasi, sambil menanti datangnya bantuan. Ya, disadari atau tidak, angkot telah menjadi bagian dari keseharian kita. Apalagi pengalaman naik angkot, kadang bisa menjadi sesuatu yang unik dan banyak memberikan inspirasi. Pernah merasakan nikmatnya tidur di angkot karena kelelahan? Atau pernah memperhatikan perilaku para penumpang angkot yang seringkali membuat kita tersenyum simpul? Ada orang pacaran yang tangannya terus nempel kayak perangko, ada yang roknya terlalu seksi sampai membuat kita bingung harus duduk bagaimana, ada tukang gosip yang nggak bisa berhenti ngobrol, ada anak sekolah yang sibuk baca buku dambil komat-kamit menghafal, ada banci kaleng yang doyan ngamen dengan membawakan lagu hits terbaru, ada ibu-ibu yang wangi parfumnya bikin mabok se-angkot, dan masih banyak pemandangan nyeleneh lainnya.Page 1 of 18





















