khantry design

Selamat Datang di Website Mahanagari

PDFPrint

Halo! Selamat datang bin wilujeng sumping,

Selamat datang di Website resmi Mahanagari, sekaligus toko kedua kami setelah Mahanagari di CiWalk (Cihampelas Walk). Mahanagari mendesain kaos-kaos bertema Bandung. Kami mengangkat tema sejarah, budaya, hingga kehidupan sosial Bandung ke dalam media kaos. Beli kaos Mahanagari dapat dilakukan via online. Masuki Shop Online, yang terdapat di panel atas dan kiri, pilih link untuk tshirt laki-laki dan tshirt perempuan, lalu pilih kaos yang Anda sukai. Ikuti prosedur pembeliannya dan jangan lupa: daftar dahulu sebagai member website ini ya!

Karena website ini juga bertujuan untuk kampanye pengetahuan mengenai Budaya Bandung, maka Mahanagari akan terus meng-update informasi mengenai Kota Bandung tercinta - mulai dari tempat-tempat yang seru untuk dijelajahi, makanan yang harus dicoba, sejarah yang harus diketahui, dan cerita-cerita menarik lain. Termasuk beberapa komunitas di Bandung yang aktif berkegiatan. Masuki Catatan Perjalanan, Cerita Bandung, Travel Guide, dan Komunitas-komunitas di Bandung di All About Bandung. Panel ini ada disebelah kiri Anda. Mahanagari dan kegiatan Jalan-jalan Budaya dapat dilihat di Bandung City Tour, klik di bagian atas ujung kanan web ini.

Album Foto Mahanagari yang berisi Local Genius Mahanagari, Weega Mahanagari, Contributing Designer dan Contributing Writer dapat diakses melalui tombol di panel kiri.  Album Bandung Tempo Dulu pun dapat anda nikmati jika anda register terlebih dahulu di mahanagari.com.

Untuk teman-teman yang tertarik untuk memesan kaos khusus atau ingin desain merchandise perusahaan atau komunitasnya di-upgrade agar se-keren desain-desain Mahanagari, silahkan klik tombol Special Order di bagian atas website ini.

Dan jangan lupa berikan komentar Anda di web ini ;)

Hatur nuhun & enjoy the site!

-www.mahanagari.com-

 

Wisata Lava di Bandung, Ternyata Ada Toh!

30-03-2009 | Azis Azzura catatan Lava Tour Tonggeret adalah sebutan untuk segala jenis serangga dari ordo Hemiptera, subordo Cicadomorpha. Serangga ini mempunyai mata yang kecil dan terpisah jauh di kepalanya dan biasanya juga memiliki sayap yang tembus pandang. Tonggeret hidup di udara sedang hingga tropis dan sangat mudah dikenali di antara serangga lainnya, terutama karena tubuhnya yang besar dan bakat akustiknya yang luar biasa (dan seringkali sangat mudah dikenali). Tonggeret kadang-kadang disebut "belalang", meskipun mereka tidak mempunyai pertalian keluarga dengan belalang yang sebenarnya. Tonggeret mempunyai hubungan dekat secara taksonomi dengan wereng dan spittlebugs.(wikipedia) Mereka biasanya tinggal di pohon-pohon tinggi. Mereka serentak mengeluarkan bunyi di siang hari seolah ingin menyampaikan pesan alam kepada setiap telinga manusia yang mendengarnya. Konon, saat tongeret mulai berbunyi di siang hari, itu artinya musim kemarau telah di depan mata. Percaya atau tidak, itu hasil pemikiran berdasarkan pengalaman para leluhur kita. Tembang tongeret mengiringi perjalanan lava tour kami pada Minggu (22/3) pagi itu. Kami terdiri dari 29 orang dari berbagai kalangan dan profesi yang berbeda, namun sama-sama tertarik untuk mengetahui sedikit mengenai sejarah kota kami tercinta, Bandung. Nyatanya, seiring tembang yang dilantunkan sekelompok tongeret, pagi itu begitu cerah. Matahari menyengat kami dengan leluasa, tanpa ada intervensi dari awan sedikitpun. Nampaknya musim kemarau memang hampir tiba. Puji Tuhan YME, alam dan seisinya memang berkomunikasi dengan caranya sendiri, memakai bahasanya sendiri yang tak dimengerti oleh manusia. Kampus UPI menjadi starting point kami untuk memulai perjalanan ini. Bertindak sebagai pemandu ialah anggota dari Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung, T. Bachtiar. Mahanagari sebagai penggagas dan panitia perjalanan kali ini diwakili oleh ownernya yakni Kang Benben dan salah satu stafnya yakni Ulu. Tur ini juga diikut...
+Baca terus ...

5 Tempat Makan Mie Enak di Bandung

29-04-2010 | Nurul Wachdiyyah Bicara masalah kuliner, Bandung bisa dibilang juaranya. Makanan enak tersedia dari harga kelas atas sampai harga kantong mahasiswa. Waktu available-nya juga variatif, nyari yang buka dari pagi sampai malam, ada. Yang 24 jam nonton juga ada. Lokasi juga bukan masalah. Kota Bandung soalnya gak gede-gede amat (meski Singapura ternyata luasnya lebih kecil lagi daripada Bandung. Mau kemana-mana di Bandung angkotnya tersedia, kalaupun jalan kaki tidak akan jauh-jauh amat. Nah salah satu jenis kuliner yang bisa dinikmati di Bandung adalah Mie. Makanan asal Negeri Tirai Bambu ini jadi idola banyak orang. Termasuk kami. Apalagi kalau mie-nya dicampur baso. Whuidih! mantap. Nah ini dia warung, rumah makan dan resto yang menyediakan Mie di Bandung. Memang masih banyak lagi selain daftar yang kami sajikan berikut ini. 1. Bakmi kejaksaan     Lokasi: Jl. Kejaksaan No. 19     Waktu operasi: 08.00 - 21.00     Menu dan harga: Mie Baso : 18.500 Es Shanghai : 10.000 Es Kopyor : 19.000 2. Mie Akung   Lokasi : Jl. Lodaya No.123, Bandung Ph : 022.731.4746 Menu dan harga: relatif mahal tapi porsinya edan! jadi worthed it. (harga lebih dari 20ribu). Disarankan datang dengan perut (benar-benar) kosong. 3. Mie Nursijan     Lokasi: Jl. Lengkong Kecil     Waktu Operasi: 07.00-20.30     Menu dan harga: Mie Yamin Pangsit : 18.500 baso goreng : 3.500 baso tahu: 9.000   4. Food Court Terazza Lokasi: Jl. Surya Sumantri, samping kampus Maranatha Buka - tutup: 09.00 - 21.00 Menu: Ifumi Mang Donald : 15.000   5. Mie Avon Jl A Yani 29A Bandung telpon 4204273 Sebenarnya yang enak disini adalah basonya :D Harga 12ribuan   Silakan dicoba. Kalau sudah dicoba, kasihtau kami ya! hehehe ...
+Baca terus ...

Taraweh Keliling : Masjid Lautze

28-09-2010 | Adhadi Praja Kunjungan perdana saya ke masjid ini dalam rangka Taraweh keliling (Tarling) yang diadakan oleh Mahanagari. Masjid ini merupakan masjid terakhir yang kami singgahi dari 7 masjid yang menjadi tujuan kami. Masjid ini adalah masjid terakhir yang jadi tujuan dari 7 kali Tarling. Masjid Lautze bukanlah masjid seperti kebanyakan masjid lain yang ukurannya relatif luas dan kental dengan corak arab. Masjid ini hanya terdiri dari 7×6 meter luas dan hanya bisa menampung kurang lebih 40-50 jamaah saja. Itu pun sudah bersesak-sesakan. Nama Lautze sendiri diambil dari seorang filsuf china Lao Tse yang dikenal akan kearifan dan kebijaksanaanya. Masjid ini didirikan atas prakarsa muslim keturunan Tionghoa Abdulkarim Oie Tjeng Hien yang kemudian mendirikan yayasan yang bernama Yayasan Haji Karim Oei (HKO). Tujuan beliau mendirikan masjid ini untuk media informasi dan sebagai wadah bagi etnis Tionghoa yang ingin belajar dan mengenal Islam lebih dalam. Senapas dengan namanya, nuasa oriental begitu kental terasa di masjid ini. Warna merah mendominasi interior bangunan Lautze, terdapat kantor kecil di atas tempat sholat. Di tangga menuju lantai 2 (ruang DKM) terdapat ukiran-ukiran khas negeri tirai bambu. Ruangannya kecil. Saya suka masjid ini. Mungkin karena interiornya yang berwarna merah cerah sehingga terkesan hidup itu yang membuatnya beda dari masjid-masjid lain yang rata-rata ber-cat-kan putih atau krem. Konsepnya pun cukup minimalis namun nuansa Tiongkok-nya begitu terasa. Beberapa teman yang lain berkata kalau sholat di masjid ini bikin kepala pening. Warna merah yang disinari lampu putih bikin 'nyolok' mata. Yah tiap orang punya pendapatnya sendiri. Jadi ayo teman-teman dicoba juga mampir ke Lautze dan sholat disana ya! Ah, suatu saat saya pasti akan datang lagi ke masjid ini, entah sholat atau sekedar berkunjung...     Foto : Ayu 'Kuke' Wulandari ...
+Baca terus ...

Susu dari Pangalengan

22-10-2008 | Nurul Wachdiyyah Setelah membuat koloni di Indonesia selama 350 tahun, Belanda mewarisi manusia Indonesia banyak hal, termasuk yang ada di Bandung saat ini. Di antaranya gedung-gedung tua yang cantik secara arsitektur. Tata bangunan & jalan yang terorganisir dengan rapi dan cermat (meski sudah diobrak-abrik oleh kita), perkebunan, dan tentu saja: susu. Kehidupan susu di Bandung bermula di dataran tinggi Bandung Selatan. Daerah bernama Pangalengan sudah eksis bahkan sejak Bandung belum ada. Seorang Londo legendaris bernama Bosscha membuka lahan perkebunan teh di Pangalengan. Untuk kehidupan dan bisnisnya, Bosscha tentu membutuhkan perangkat lain, yakni penerangan dan yang tidak kalah pentingnya lagi adalah konsumsi gizinya sebagai orang Belanda. Asupan gizi yang dimaksud adalah susu. Orang-orang Belanda, termasuk Bosscha, menternakan ratusan sapi perah di sekitar Situ Cileunca. Situ Cileunca adalah danau buatan Belanda dan satu-satunya yang ada di Pangalengan. Dataran Pangalengan yang bersuhu 8 hingga 16 derajat celsius membuat pemerintah kolonial Belanda menetapkan Pangalengan sebagai pusat peternakan susu perah. Akibatnya, orang pribumi dibekali pengetahuan memerah susu & mengembangbiakkan sapi perah. Efek ini berimbas pada keahlian masyarakat Pangalengan dalam mengolah susu. Mereka jago dalam beternak & mengolah susu sapi. Kalau pada jaman Bosscha hanya ada susu, kini susu Pangalengan bisa dinikmati dalam bentuk permen, tahu, dodol, hingga kerupuk susu. Dahulu, Pangalengan adalah salah satu dari tiga perusahaan pemerahan susu (Boerderij) yang terkemuka di Bandung. Begitu banyaknya hingga majalah ¨Mooi Indie¨ menyebut wilayah Pangalengan sebagai Friesland in Indie (Frisia adalah daerah penghasil susu di Belanda). Yang ngetop hingga hari ini adalah susu KPBS. Susu siap saji dengan berbagai rasa seperti vanilla, strawberry, dan coklat ini dihargai Rp 2500 per gelasnya. KPBS adalah singkatan dari Koperasi Peternak Bandung Selatan, sebuah koperasi yang cukup berhasil membina para ...
+Baca terus ...

Bicons - Bird Conservation Society

19-04-2010 | Nurul Wachdiyyah Pernah melihat orang-orang berkumpul di Taman Ganesha sambil bawa-bawa teropong pada hari minggu ? Nah itu dia teman-teman dari komunitas BICONS. Ternyata bisa jadi pengalaman seru loh mengamati burung-burung terbang atau menclok di pepohonan. Ayo sesekali kita ikutan program dari Komunitas BICONS. Setiap hari minggu pukul 8 pagi mereka nongkrong di taman Ganesha untuk mengamati burung-burung di sana. Salah satu alat yang digunakan adalah teropong yang disediakan oleh BICONS. Selain menambah pengetahuan tentang burung di Bandung, kita juga dapat kenalan dan pengalaman baru! Begini caranya untuk bergabung dengan BICONS atau sekedar ingin tahu lebih banyak tentang mereka: Jl. Paledang No. 21 Cibeureum Bandung 40184 Telp./Fax.: 022-6070139 http://bicons.wordpress.com/ bicons2000@yahoo. com ...
+Baca terus ...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Dutch English Filipino French German Hindi Italian Japanese Korean Malay Portuguese Russian Swahili Thai Vietnamese
- - Contact Us - - About Us - - Jobs - - Help and FAQ - -
JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval